Mengatasi Penyakit pada Tulang dan Gigi dengan Gama CHA

Untuk anda yang menderita penyakit pada tulang dan gigi, kini tak pelu khawatir lagi. Gama CHA, sebuah formula obat baru berhasil ditemukan drg Ika Dewi Ana PhD, seorang dosen di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. Temuan yang dihasilkan dari riset yang telah dilakukan selama 15 tahun ini sangat bermanfaat karena mampu memperbaiki jaringan tulang dan gigi hingga identik atau mirip dengan gigi sebelumnya.

Hasil riset anak bangsa ini tentunya sangat menggembirakan dunia kedokteran di Indonesia karena pemanfaatannya yang sangat dibutuhkan masyarakat banyak. Temuan berupa serbuk penambal tulang dan gigi ini terdiri dari campuran keramik dan polimer yang mampu diproses sesuai tubuh manusia.

Hebatnya lagi, temuan pakar gigi yang juga mantan wartawati ini ternyata mampu memacu berkembangnya sel dalam tulang dan gigi dalam waktu yang relative cepat. Bahkan hanya dalam waktu sekitar 2 bulan saja, serbuk formula baru itu mampu memicu regerenasi sel gigi hingga membentuk gigi baru seperti aslinya.

Mengatasi Penyakit pada Tulang dan Gigi

Gama-CHA memiliki beberapa unsur kandungan seperti karbonat, kristalinitas, serta polimer yang disesuaikan dengan komposisi tulang. Bahkan kolagen yang dipakai dalam formula ini secara imunologis bisa diterima tubuh, sehingga mempercepat proses regerenasi dan remodeling tulang. Karena itu teknologi CHA ini bisa dimanfaatkan untuk perbaikan fraktur tulang rahang, memperbaiki rahang pasca pencabutan gigi, maupun mempercepat penyembuhan luka atau perbaikan pada jaringan tulang. Lihat juga tentang obat penenang alami.

Rencananya, formula Gama-CHA akan diproduksi secara masal oleh perusahaan farmasi Kimia Farma karena temuan ini telah mendapat registrasi dari Kementerian Kesehatan berdasarkan uji laboratorium dan uji klinis yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan produksi masal ini, maka temuan yang sangat inovatif ini dapat dimanfaatkan para dokter gigi mapun tenaga medis lainnya dengan harga yang cukup terjangkau.

Selama ini, bahan medis untuk tulang dan gigi banyak diimpor dari luar negeri, terutama dari Korea dan Jepang. Temuan doctor lulusan Universitas Kyushu Jepang ini bukan hanya untuk gigi namun juga mampu membantu menyembuhkan kerusakan pada tulang. Karena itulah formula Gama-CHA bisa dimanfaatkan para dokter gigi, ahli bedah mulut, periodontist, hingga ahli ortopedi.

Untuk perbaikan tulang, inovasi ini juga memungkinkan dilakukannya terapi yang mempercepat pertumbuhan tulang yang hilang atau rusak tanpa harus mengambil tulang pasien yang masih sehat ataupun menggunakan tulang dari bank jaringan yang diperoleh dari pasien yang sudah wafat. Temuan Gama-CHA dari UGM ini sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak dalam memperbaiki jaringan maupun penyakit pada tulang dan gigi.